Mengenal Berbagai Jenis Jerawat yang Biasa Timbul di Wajah

Jerawat adalah salah satu masalah di wajah yang paling sering terjadi dan dialami oleh semua orang. Namun pasti belum banyak yang tahu kalau sebenarnya ada banyak jenis jerawat. Terkadang obat yang digunakan untuk mengobati setiap macam jerawat pun berbeda-beda. Meskipun hanya masalah sepele, namun tidak sedikit orang yang sangat takut di wajahnya timbul jerawat, terutama para wanita. Bahkan jerawat bisa membuat seorang wanita tidak mau keluar rumah hanya karena malu dengan jerawatnya. Apalagi jika jerawat yang dialami adalah yang ukurannya besar dan membandel. Pastinya akan sulit ditutupi dengan make up sekalipun. Lalu apa saja penyebab timbulnya jerawat?

Secara umum, berbagai jenis jerawat bisa disebabkan oleh faktor yang berbeda-beda. Namun biasanya jerawat cenderung disebabkan oleh hal-hal sepele yang terkadang tidak disadari oleh seseorang. Jerawat adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena terjadinya peradangan di pori-pori kulit wajah. Hal itu bisa terjadi karena saluran minyak pada pori-pori tersumbat oleh kotoran. Kemudian akan muncul jerawat dengan ukuran yang berbeda-beda pada setiap orang. Penyumbatan pori-pori tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal juga. Misalnya seperti penggunaan kosmetik yang berlebihan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan mengenai berbagai macam jerawat berikut ini.

1. Jerawat Nasi (Komedo)

Di antara berbagai macam jenis-jenis jerawat, komedo atau jerawat nasi mungkin adalah yang paling sering dialami oleh semua orang. Mengapa disebut jerawat nasi? Mungkin karena ukurannya yang kecil dan dalam sekali kemunculannya jerawat nasi akan muncul dalam jumlah banyak. Orang yang mengalami komedo ini biasanya dari kalangan remaja. Terutama mereka yang malas menjaga kebersihan wajah dan rambut. Komedo juga dibagi menjadi dua jenis, yaitu komedo terbuka dan komedo tertutup.

Komedo Terbuka atau Blackhead
Komedo terbuka disebut juga dengan blackhead. Secara umum, penyebab jenis komedo yang satu ini adalah tersumbatnya pori-pori sehingga mengakibatkan minyak yang berlebihan. Minyak tersebut akhirnya memicu bakteri dan kuman yang kemudian bersarang di pori-pori kulit. lama-kelamaan jika dibiarkan bakteri dan sel kulit mati yang berkumpul pada wajah akan menjadi bintik-bintik kehitaman. Biasanya warna komedo blackhead adalah kuning kehitaman.

Komedo Tertutup atau Whitehead
Komedo tertutup atau whitehead juga disebabkan oleh hal yang sama dengan komedo blackhead. Namun demikian penyumbatan yang terjadi dalam kasus komedo whitehead ini sama sekali tidak bercelah. Komedo whitehead ini biasanya akan terlihat seperti jerawat kecil berwarna putih. Namun untuk jenis-jenis jerawat nasi tersebut biasanya lebih mudah dihilangkan. Anda tidak perlu melakukan perawatan kulit khusus, karena jenis komedo ini bisa anda hilangkan sendiri di rumah dengan cara-cara alami.

2. Jerawat Conglobata

Jangan kira hanya wanita saja yang paling berpotensi terkena jerawat, karena laki-laki juga berpotensi besar mengalami jerawat di wajah dan bagian tubuh lainnya. Secara umum, jerawat yang disebut conglobata ini banyak dialami oleh laki-laki. Perempuan bisa saja mengalami jerawat conglobata, namun kemungkinannya lebih kecil ketimbang laki-laki. Jerawat ini biasanya ditandai dengan adanya benjolan besar yang saling berhubungan. Bahkan benjolan jerawat tersebut bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Jadi conglobata bisa disebut sebagai jerawat yang berbahaya dibandingkan dengan jenis-jenis jerawat lainnya.

Jerawat Conglobata

Secara umum, timbulnya jerawat conglobata ini biasanya adalah di area wajah, punggung, dada, paha, bahkan di bagian bokong. Terbayang sekali bukan bagaimana terganggunya Anda jika mengalami jerawat yang satu ini. Padahal sebenarnya penyebab utama jenis jerawat conglobata ini adalah komedo. Seperti yang sudah disebutkan, jika komedo tidak segera diobati atau ditangani, ini semakin lama semakin memburuk, sehingga pada akhirnya makin sulit sekali dihilangkan kecuali dengan perawatan dari dokter ahli kulit. Jika jerawat ini dibiarkan terus-menerus dan semakin parah, conglobata bisa berubah menjadi jerawat fulminans. Yang mengerikan dari fulminans ini adalah penderitanya sampai bisa mengalami nyeri pada sendi hingga otot-otot yang kaku.

3. Jerawat Papula

Jerawat Papula
Pasti banyak orang yang tidak tahu apa itu jerawat papula. Jerawat yang satu ini berbentuk benjolan berwarna merah. Papula biasanya menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Namun demikian jerawat jenis ini tidak akan terlihat puncaknya yang terisi nanah. Dari mana jerawat ini bisa timbul? Umumnya papula timbul ketika Anda memiliki komedo di wajah, namun tidak segera diobati yang akhirnya menimbulkan infeksi karena merangsang kuman dan bakteri untuk bersarang di area tersebut. Dan dari situlah akhirnya terjadi peradangan di bawah permukaan kulit. Yang perlu Anda ketahui adalah, jika jenis jerawat ini tidak segera diobati maka kondisinya akan menjadi lebih buruk lagi.

4. Jerawat Pustula

Jerawat Pustula
Masih melanjutkan tentang jerawat papula, selanjutnya ada jerawat pustula yang berbentuk benjolan merah dan memiliki puncak berwarna putih. Pustula ini adalah papula yang dibiarkan dan tidak kunjung diobati. Kondisi benjolan merah yang semakin parah lama-kelamaan akan memunculkan puncak berwarna putih yang penuh dengan nanah. Apa ciri-ciri lain pustula? Biasanya Anda bisa melihat noda di bagian tepi jerawatnya. Warnanya kemerahan dan bagian tengahnya sedikit kekuningan. Namun yang paling membuat jerawat pustula ini tidak nyaman adalah terasa nyeri saat tersentuh atau tertekan meskipun tidak sengaja. Sebenarnya jenis jerawat pustula merupakan kondisi yang biasa disebut orang-orang awam sebagai “jerawat”. Namun istilah pustula mungkin terlalu asing dan justru membingungkan bagi orang-orang yang tidak paham dengan istilah medis.

5. Jerawat Nodul dan Kista

Jerawat Nodul
Ada pula jerawat nodul dan kista dimana jenis jerawat ini sendiri adalah kondisi jerawat yang sudah lebih parah. Disebut kista karena akan muncul benjolan yang menyerupai kista di bawah permukaan kulit. Tentu saja ini akan terasa sangat sakit jika anda sengaja atau tidak sengaja menyentuhnya. Sama seperti jenis lainnya, jerawat nodul dan kista ini juga terjadi karena peradangan yang diakibatkan oleh bakteri dan sejenisnya.

Jerawat Kista
Oleh karena itu, untuk menangani jerawat nodul dan kista, Anda disarankan untuk tidak memecahkan jerawatnya. Lakukan perawatan dengan benar, misalnya dengan cream atau sabun penghilang jerawat. Pasalnya jika dipecahkan, kemungkinan risiko infeksinya akan lebih besar dan berujung pada peradangan kulit yang lebih parah dan berkelanjutan. Bahkan bekas lukanya pun menjadi sulit hilang atau membekas. Di antara jenis-jenis jerawat yang tadi sudah dijelaskan, jerawat nodul dan kista ini mungkin adalah yang paling membandel. Jerawat ini bisa saja muncul lagi di tempat yang sama. Jika sudah demikian, sebaiknya Anda periksakan ke dokter kulit.


Lalu bagaimana cara terbaik untuk menghilangkan komedo, jerawat papula, pustula, nodul dan kista, atau jerawat conglobata? Apakah bisa dilakukan hanya dengan cream atau sabun penghilang jerawat? Sebenarnya tidak juga, karena jerawat juga bisa dihilangkan dengan metode-metode tradisional dan alami. Misalnya saja dengan menggunakan mentimun dingin yang ditempelkan di atas permukaan jerawat. Namun Anda juga harus bisa memilih obat jerawat yang paling tepat. Jika tidak, terkadang meskipun jerawatnya sudah hilang, bekasnya akan tetap tertinggal. Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis jerawat yang biasa muncul di wajah. Semoga bermanfaat.

Image dari Webmd.com

Previous
Next Post »